Allah SWT berjanji akan mengabulkan do'a hamba-Nya, selama sang hamba beriman, beramal saleh, dan mematuhi perintah Allah SWT .
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka sesungguhkan Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia (benar-benar) berdo'a kepada-Ku . Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al-Baqarah: 186) .وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ
Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu... " (QS. al-Mu'min: 60) .Syarat Do'a Dikabulkan Allah SWT
- IKHLAS
Ibnu Katsir mengatakan, setiap orang yang beribadah dan berdo'a hendaknya dengan ikhlas, yakni semata-mata hanya karena Allah . Ini syarat umum ibadah, termasuk do'a, sebagaimana firman-Nya:
Hadapkanlah mukamu kepada agama "dengan tulus dan ikhlas" dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik . (QS. Yunus [10] :105) .
Allah tidak menerima amal kecuali apabila "dilaksanakan dengan ikhlas" untuk mencari ridha Allah semata. (HR. Abu Daud dan Nasa’i) . - YAKIN
Yakin bahwa do'a akan dikabulkan.
Berdo’alah kalian kepada Allah dalam keadaan "yakin akan terkabulnya do’a itu" (HR. Tirmidzi) - KHUSYU'
Fokus, serius, tidak main-main.
Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan do’a dari seseorang "yang lalai dan tidak serius" (HR. Tirmidzi) . - SABAR
Tidak isti’jal (tidak disegerakan), tergesa-gesa minta cepat dikabulkan do'a.
Akan dikabulkan do'a seseorang di antara kalian "sepanjang ia tidak tergesa-gesa " . Ia berkata, ‘Aku telah berdo’a dan berdo’a, namun aku tidak melihat terkabulnya do’aku’, sehingga ia pun tidak lagi berdo’a (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah) . - BERSIH
Yakni bersih dari makanan atau barang haram .
Rasulullah SAW bersabda, " Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, "Wahai Rabbku! Wahai Rabbku! " Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapi dengan yang haram, maka bagaimanakah akan diterima do'a itu? " (HR. Muslim). - BAIK SANGKA
Yakni husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah bahwa Dia akan mengabulkan do'a kita. Dalam hadits Qudsi, Allah berfirman: “ Aku bergantung pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku dan Aku akan selalu menyertai jika ia berdo'a kepadaku ”. (HR. Bukhari dan Muslim) . - LEMBUT/SUARA PELAN
Do'a dengan suara pelan, rendah diri, dan penuh harap .
Ud'u rabbaku tadarru'au wa khufyahtan, innahū lā yuhibbul-mu'tadin (55). Wa la tufsidu fil-ardi ba'da islāhiha wad'uhū khaufaw wa tama'ān, inna rahmatallāhi qaribum minal-muhsinin (56)
"Berdoalah kepada tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut . Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan berdo'alah kepadanya dengan rasa takut dan penuh harapan . Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan”. (QS. Al-A’râf [7]: 55-56) . - KONSISTEN
Dalam keadaan susah ataupun senang , terus berdo'a.
“ Barang siapa sering dikabulkan do'anya pada saat sulit dan susah, perbanyaklah berdo'a disaat senggang ”. [HR. Al-Tirmidzi] .
Demikianlah Syarat Do'a Dikabulkan Allah SWT. Semoga kita mampu memenuhinya. Aamiin YRA.
_____________
Dikirim ke Group WA IKMN oleh Bpk. Sugeng Sugiharto
Wallahu a'lam bish-shawab.


0 komentar:
Posting Komentar